Samudra untuk Hatimu

Maka di hari itu aku bertanya pada Pencipta, dengan cara apa kau dihadirkan?

Dengan demikian, tanpa restu darimu, kutuliskan puisi.

Bak seorang penyair di Negeri Tulip aku berkata:

Bersandarlah pada samudraku, agar laut matamu kutampung dengan segenap derasnya.

Biarkan ombak tangismu pecah di dadaku, hingga tenang menjelma menjadi pelukan.

Berlindunglah di bawah rindang pohonku, jika panas matahari membakar kulitmu.

Labuhkanlah kapal hatimu pada dermagaku, jika dayung dan layarmu lelah oleh perjalanan.

Hantam karang bebatuanku dengan ombakmu, asal kau tetap tinggal di samudra yang kusebut cinta.


Komentar

Postingan Populer