Padamu yang Kunanti
Padamu yang kunanti, entah akan ada berapa sajak atau puisi yang kutulis hingga kita bertemu kembali. Tak pernah bosan aku berdoa, berharap takdir atau nasib bisa datang dan kita bisa bersua lagi. Hingga detik ini, ketika sajak ini ku ketik. wajah itu, wajah teduh dan riang itu, masih mengambang di pikiranku hinggap dan tak mau pergi.
Aku mengingatmu dengan tulisan indah penuh arti, aku mengenangmu dalam jalanan panjang yang tertatih - tatih. dalam untaian kata yang datang menjelma menjadi cerita, dalam lantunan doa yang dalam, sedalam samudra. Kita adalah kepingan judul cerita yang tercecer, untuk kemudian disatukan kembali menjadi sebuah novel.
Malam datang bersamaan dengan bintang yang bersinar, berharap bisa melihatmu dengan mata yang berbinar. Kau adalah air sungai yang mengalir menuju laut kemudian menguap menjadi hujan, jalan yang terus berulang dan tak pernah berhenti. Kau adalah lantunan musik paling indah yang selalu membuat orang menari walau lagunya telah lama berhenti.
Semoga suatu hari nanti kita bisa berjumpa lagi.
Komentar
Posting Komentar