Merangkul Jurang Maut
Di sudut kota yang sepi, di antara bayang kelam
Ada seorang anak laki-laki, tersesat dalam malam
Langit hitam tanpa bintang, menelan mimpi-mimpinya
Kegelisahan membungkusnya, seolah tak ada jalan keluar
Dia mencari cahaya, di lorong yang penuh duka
Namun yang dia temukan, hanya bayangan yang sama
dalam gelapnya malam, dia terjebak tanpa arah
Berjuang melawan rasa takut, dalam kesendirian yang parah
Dia berharap akan terang yang membawanya pulang
Namun sampai kapan dia harus bertahan dalam gelap yang meradang
Kenangan masa lalu, mengikutinya tanpa henti
Suara tawa yang pudar, jadi hantu di dalam mimpi
Dia menjerit dalam diam, berharap ada yang mendengar
Namun dunia seakan bisu, tak ada yang peduli atau sadar
Dia berlari tanpa tujuan, di tengah kegelapan
Mencari serpihan harapan, di antara reruntuhan
dalam gelapnya malam, dia terjebak tanpa arah
Berjuang melawan rasa takut, dalam kesendirian yang parah
Dia berharap akan terang, yang membawanya pulang
Namun sampai kapan dia harus bertahan, dalam gelap yang meradang
Mungkin suatu hari nanti, cahaya kan menyapa
Menghapus semua lara, dan memberikan makna
Dia akan menemukan jalan, keluar dari kegelapan
Menyambut pagi yang cerah, dengan hati yang tenang
Komentar
Posting Komentar