Kepada Dua Mata yang Tak Bisa Kutatap

Kepada Bumi yang Menumbuhkan Bunga

Aku tanamkan rindu yang tak sempat ku-reka,
tunas yang menyimpan rahasia,
dan kelopak pelindung surga.

Kepada Anak Sungai Menuju Muara

Ku alirkan nadiku pada samudra,
hingga menjadikannya asmara
dan tenggelam di kedua matanya.

Kepada Angin Dini Hari Jam Dua

Ku hembuskan letih yang tak pernah terlelap,
segala doa yang melayang di dada
tertiup sampai pada Sang Pencipta.

Dan,

Kepada dua mata yang tak bisa kutatap,
jadikan aku melati lugu yang kau tulis dengan tinta,
yang kusebut dua puisi bisu,
seperti laut biru berwajah sendu.

Komentar

Postingan Populer