Di Batas Cakrawala

Kepergianmu telah mengajarkanku satu hal:

bahwa ikhlas bukan sekedar kata,

melainkan sebuah perjalanan dan harapan

yang menuntunku pada penerimaan.


bahwa kepergian adalah satu hal yang pasti—

tergantung waktu,

sudikah ia menundanya,

memberi detik demi detik atas apa yang terjadi,

memberi menit demi menit atas apa yang terlewati.


gila rasanya,

kala tawa telah mereda,

tak lagi turun dari wajahmu.

ketika hangat telah tenggelam,

tak lagi muncul dari senyummu.


tapi tak mengapa,

karena bagiku,

dirimu adalah cakrawala—

garis yang membatasi langit dan bumi, 

antara ada dan tiada. 

dan di antara keduanya, 

aku berdiri

melihatmu dari jauh,

tak terjamah,

tapi selalu ada.

Komentar

Postingan Populer