Dari Kejauhan

kasih...

barangkali aku bermimpi,

tentang takdir yang tak pernah pergi—

yang membawamu tanpa permisi,

ketika kita duduk di antara tawa dan sunyi.


bukankah indah,

jika kita bersama untuk waktu yang lama,

menatap wajah sendumu—

seolah disana tersimpan kegelisahan.


dan jika saja waktu sudi mempertemukan kita kembali,

ingin ku rengkuh matamu, 

menenangkan badai di dalamnya.


namun sebelum aku sempat menyadari,

bahwa kenyataan selalu datang 

lebih cepat dari doa,

kau telah berlayar menuju samudra luas—

menuju pelabuhan yang kau impikan.


cukuplah aku menjadi angin kecil

meniupmu dari kejauhan,

mengantarmu pada sandaran hati

yang tak terlihat, 

namun bisa kau rasakan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer