Mata yang Menyimpan Hujan
di matamu, hujan selalu belajar untuk jatuh perlahan
tak lagi deras, tak ingin melukai tanah
karena ia tinggal disana-
terus menggenang sebagai perih yang tak sempat mengalir
barangkali aku tahu, senyummu hanya payung tipis
menyembunyikan badai yang kau peluk sendiri
setiap kedip adalah doa
agar dunia tak lagi membaca luka di balik bening itu
bila hujan turun sore ini
cukup aku mewakili tangismu
yang kau tahan demi terlihat kuat
padahal hatimu sudah lama basah
andai aku bisa
aku ingin menjadi pagi matamu
mengeringkan hujan dengan cahaya paling tabah
dan membiarkan kesedihanmu pulang
tanpa harus merasa bersalah telah singgah
Komentar
Posting Komentar