Rindu Tak Bertepi
malam berselendang sunyi
namamu hadir bagai bayang angin laut
tak terlihat oleh mata yang letih
namun terasa menekan dada yang terpaut
rindu ini bukan lagi gelora
ia menjelma laut luas tak bernama
diamnya dalam tiada bersuara
namun menenggelamkan jiwa perlahan-lahan
bulan menggantung pucat di langit-langit
cahayanya jatuh di hati yang rawan
jarak terbentang tak terlalui kaki
tinggal rasa berpeluk dengan kenangan
di relung terdalam kusemat namamu
bagai doa tanpa bunyi dan pinta
tak menuntut hadir tak meminta temu
cukup setia tinggal...sepanjang jiwa
Komentar
Posting Komentar