Rahasia yang Bernama

di antara perihnya hidup

biarlah aku saja yang memeluk segala lukanya


kau tak perlu tahu betapa dalam retaknya

cukup kau berjalan dengan senyum yang teduh

cukup kau tersenyum

seolah dunia selalu ramah padamu


aku akan menyimpan gelap ini sendiri

seperti malam yang tak pernah mengadukan sepinya

menjaga terangmu tetap utuh

meski cahayaku perlahan redup


aku berdoa 

agar bahagia tinggal di hatimu

dan perih menemukan rumahnya di dadaku


melihatmu baik-baik saja

sudah lebih dari cukup

untuk membuat semua luka ini

terasa layak untuk dirahasiakan


Komentar

Postingan Populer